Posting ini adalah sepenuhnya saduran dari judul asli “10 things vendors do that will drive you crazy”, artikel selengkapnya dalam bahasa aslinya bisa dibaca disini, hal terbaik adalah mengetahui tanda-tanda bahwa vendor ERP itu sangat keterlaluan, barangkali istilah kita adalah “overact” yang membuat kita bisa gila selama proses implementasi ERP.

Berikut ini adalah 10 hal yang saya maksudkan, berdasar pengalaman, dan sedikit tambahan catatan secara pribadi :

1: Lying about the product

Bagaimana cara menjual yang baik?, tanpa bermaksud menuduh, barangkali ini adalah salah satu cara, menjanjikan banyak hal dengan suguhan demo product yang memberi kesan ajaib, tapi product actualnya jauh panggang dari api. Janji sales staff akan dilempar ke technical support, dan technical support akan bilang, “product kita nggak seperti itu, pak”.

Menurut artikel asli dari tulisan ini, untuk menjaga hal-hal dalam bentuk kebohongan product ini, kita harus memahami body language ketika melakukan meeting dengan vendor, Hm.

2: Not knowing the product

Mengenal terlebih dahulu product vendor sebelum kita memutuskan adalah hal terbaik sebelum mengambil keputusan, bukankah hal-hal seperti, ada orang dari pihak kita yang mengetahui keterbatasan product dari vendor tersebut akan membuat kita jauh lebih aman dan terselematkan dari kesalahan pemilihan ERP Vendors?.

3: Not listening

Vendor tak mendengar dan mengabaikan semua pertanyaan anda, ketika banyak key requirement yang anda sebutkan dan vendor tak mendengar key requirement tersebut adalah hal terburuk yang bisa menjadi sebuah initial, bahwa vendor hanya mengejar uang dengan mengabaikan key requirement yang seharusnya mereka penuhi.

4: Failing to empathize

Mereka kehilangan empati dengan hal-hal yang penting, mereka memborbardir dengan memaksakan banyak hal yang sebenarnya tak sesuai dengan persetujuan awal yang telah disepakati, jawaban atas pertanyaan dasar tentang product sangat tidak masuk akal, dan ini bisa jadi sebuah pertanda bahwa product mereka tak seperti yang mereka janjikan.

5: Passing the buck

Hal terburuk adalah saling menyalahkan, mereka menyelahkan banyak pihak, tak hanya antar pihak intrenal mereka sendiri, tapi juga key user kita yang tidak tahu apa-apa, adakah hal yang jauh lebih buruk dari ini?.

6: Providing poor documentation

Dokumentasi, dokumentasi, dokumentasi, ini sangat penting, akan berakibat fatal jika vendor sangat minim dokumentasi, tanpa dokumentasi apa yang bisa dilakukan?.

7: Using an intolerable phone support system

Jika komunikasi tak ada, telpon anda tidak ditanggapi, lengkaplah sudah mimpi buruk anda dengan vendor tersebut.

8: Failing to set expectations

Jika vendor anda tidak memberikan sesuatu yang baru bagi improvement system di tempat anda, dan selama proses installation, development tidak terjadi dengan smooth dan sesuai schedule sehingga berakibat delay yang intollerance, apa lagi yang sesungguhnya anda tunggu?.

9: Overpromising

Dengan mudah anda bisa mengetahui apakah vendor itu realistic, atau ia sekedar menjanjikan membawa bulan buat system anda, sehingga system anda jauh lebih baik.

10: Not keeping in touch

Menghindar, abai, dan tak lagi menghargai, vendor tersebut akan meninggalkan anda dengan segala ketidak-beresan, tunggu apa lagi, siapkan tendangan dari langit.

Popularity: 1% [?]

October 17, 2011 | In: Software, Teknologi

ERP Integration Process

Tulisan berikut ini adalah hasil kopi paste dari sini, tentang bagaimana ERP Integrasi itu seharusnya dilakukan, bahwa semua disiplin dari organisasi harus terlibat aktif selama proses integrasi itu berlangsung, ini hanya sebagai sebuah catatan pribadi saja, mohon maaf jika ada yang kurang berkenaan dengan tulisan ini.

ERP systems constitute a significant area of investment by global firms. But when managers consider making an investment in such system, as with any other IT investments, a major concern is whether this investment will add value to their organization. Performance differences across firms investing in similar ERP systems can be attributed to the way the technology is integrated with the actual IT infrastructure and business processes of the firm.

Indeed, ERP systems address issues of integration by bridging traditionally separated organizational functions and geographically dispersed locations through business and technical integration. A recent study* explained the process to achieve ERP integration, which is composed of searching and developing integration opportunities. Additionally, the process depends on the degree of alertness of managers and their perceived gap between actual processes and the ERP system. It was demonstrated that there exist four ways to achieve ERP integration, which influence the degree of integration achieved differently.

All processes were not equally effective in achieving higher integration. When managers were alert to integrative opportunities and there was a high gap between the ERP system and actual system, it appears that the benefits from ERP were maximized. The different types of integration process found provide evidence for the notion of searching for and exploiting unique opportunities as an important factor explaining how to achieve higher integration. Also, the conventional wisdom that organizations should change their business processes to fit the ERP system, which embeds “best practices” showed to not always be the best solution.

Managers should realize that it is no longer sufficient for them to be passive functional experts as in the traditional system development projects: they have a much bigger role in ERP implementation projects. When there is a high gap, managers need to:

  • Understand the uniqueness of their processes and identify integrative opportunities by:
  • Reading publications and talking to other divisions/companies about how they have implemented similar ERP modules. 
  • Looking for ways to do things with the ERP module that no one else seemed to know about. 
  • Searching for ways to improve their business processes and/or the ERP module. 
  • Actively design solutions or have expert design solutions to adapt the new ERP system by modifying their processes and/or the system. They should also challenge the solutions proposed to have the best solutions and if needed mobilize knowledgeable people to get their input about a specific process or a specific part of the ERP system. In all situations, even if the gap between the new ERP system and the actual way of working is low, managers should look for integrative opportunities with the system instead of implementing the system as-is by figuring out what is going on with the technology and how it is going to affect their unit, the organization, and the industry by:
    • Being attentive to the unique needs of their unit and what opportunities the ERP module can bring. 
    • Being prepared to think about counterintuitive opportunities with the ERP module. 
    • Being alert for new opportunities with the ERP module. While it may be possible for all firms to acquire the same ERP systems, not all firms are equally successful in extracting the full potential of these systems, which will depend on the process to achieve integration.

*Gagnon and Pinsonneault (2009), Extracting Value from ERP Investments: A Closer Look at the Integration Process, Thirtieth International Conference on Information Systems, Phoenix, Arizona 2009. Written by Elisa Gagnon Ph.D candidate Desautels Faculty of Management McGill University elisa.gagnon@mcgill.ca http://www.mcgill.ca/desautels/research/specializations/is/erp-research/

Popularity: 1% [?]

October 12, 2011 | In: Blog, Social Network, Sosial, Wordpress

Multiply

Sudah lama saya tak mengunjungi multiply, layanan gratis pertama yang saat itu saya gunakan untuk ngeblog dan upload photo sebelum mengenal layanan ngeblog lainnya. Dan dari layanan newsletter yang [...] Continue Reading…

Popularity: 1% [?]

August 11, 2011 | In: Review, Software

Delphi di TIOBE

Nampaknya, bahasa-bahasa pemrograman yang berbasis functional akan menjadi trend dimasa-masa mendatang, sebut saja SCALA, ERLANG, dan masih lagi, dan yang menanjak tajam menurut TIOBE adalah F#, apalagi kepunyaan Microsoft [...] Continue Reading…

Popularity: 1% [?]

Rilis pertama stabil dari Firefox plug-in disebut HTTPS Everywhere, yang memungkinkan Anda untuk mengaktifkan koneksi terenkripsi melalui situs media, bahkan mereka yang tidak mengatur koneksi aman sebagai default.

HTTPS Everywhere [...] Continue Reading…

Popularity: 1% [?]